BUPATI LEMBATA, ELIASER YENTJI SUNUR MASUK NOMINASI PEMIMPIN INOVATIF

UJI KOMPETENSI PEMIMPIN VISIONER INDONESIA 

BUPATI LEMBATA,  ELIASER YENTJI SUNUR MASUK NOMINASI PEMIMPIN INOVATIF

Bupati Lembata, Eliaser Yentiji Sunur, ST.MT, siapa tak kenal. Pemimpin Lembata dua periode ini, bahkan sering disebut “Bupati Gila”. Konon, sering melakukan aneka terobosan kebijakan, dan inovasi pembangunan yang kontroversi tapi berdampak kemajuan luar biasa. Festival Tiga Gunung (Batutara, Ile Lewotolok, dan Ile Werung) dan Expo Budaya Uyaleun Raya misalnya, sebagai ajang akbar promosi pariwisata. Terobosan Tanam Bawang Merah 1000 Ha di seluruh Lembata. Dampaknya luar biasa, dapat menekan harga dan bersaing dengan produksi bawang dari Bima, NusaTenggara Barat. Produksi Ikan Teri dan Cakalang yang berkualitas menembus pasaran dunia karena pernah di ekspor ke mancanegara. Pantas saja, jika Sunur terpilih jadi Pemimpin Transformatif dan Inovatif di bidang Paririwisata.

Koran Sindo Jakarta, media nasional dengan moto, “Sumber Referensi Terpercaya” yang juga masuk MNC Group milik Pengusaha Kaya, Harry Tanu Sudibio, Ketua Partai Perindo ini, menggelar Program “Indonesia Visionary Leader Koran Sindo”, di Auditorium Kantor Koran Sindo, Jln. Wahid Hasyim Nomor 38, Jakarta, 31 November 2018 lalu. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, menjadi salah satu Kepala Daerah di Indonesia yang diundang mengikuti Uji Kompetensi sebagai Pemimpin Indonesia yang Transformatif dan Inovatif. Mantan Anggota DPRD Kota Bekasi ini, diundang tampil mempresentasikan materi bertajuk, “ Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Daerah Kabupaten Lembata 2017-2022”,  justru tampil gemilang dalam Uji Kompetensi dihadapan panelis dan para pakar dari berbagai bidang keilmuan. Ikuti laporan, Karolus Kia Burin, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata yang mendampingi Bupati Lembata saat presentasi di Jakarta berikut ini.***

 

Setelah sukses menyelenggarakan Program Indonesia Visionary Leader season 1 dan 2, Koran Sindo dan Sindonews.com kembali berkomitmen untuk ambil bagian dalam mencetak para pemimpin bangsa yang visioner dengan menghadirkan Program Indonesia Visionary Leader season3. Program Indonesia Visionary Leader 3 yang digelar pada 30-31 Oktober 2018 itu merupakan ajang bagi Para Pemimpin Daerah untuk membuktikan kekuatan Visi Kepemimpinan.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Pemimpin Lembata dua periode 2011-2016, dan 2017-2022 itu terpilih sebagai salah satu dari sekian banyak Kepala Daerah di Indonesia yang mendapat kehormatan untuk menyajikan materi tentang, “Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Daerah Kabupaten Lembata 2017-2022”, dihadapan para panelis yang adalah para pakar dari berbagai disiplin ilmu. Pemimpin Daerah dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti program ini,selain Bupati Sunur, ada sejumlah Kepala Daerah lainnya. Mereka adalah, H. Wihaji, S.Ag.,M.Pd (Bupati Batang), Drs. H. Sutiaji (Walikota Malang), Dr. KH Mohammad Idris, MA (Walikota Depok), Drs. H.T. Dzulmi Eldin, S, Msi (Walikota Medan), Abdullah Abu Bakar, SE (Walikota Kediri, dr.Hj. Neni Moemiaeni, Sp.OG (Walikota Bontang), Isaias Douw, S.Sos (bupati Nabire), H. Syamsari Kitta, S.Pt., MM (Bupati Takalar), dan Dr. Remigo Yolando Berutu, MFin, MBA (Bupati Pakpak Bharat).

Para peserta dalam Program Indonesia Visionary Leader tersebut telah menjalani proses penilaian dari para panelis yang sangat kompeten dibidangnya. Para pakar /panelis itu adalah, Dr. Sumarsono, MDM (Direktur Jendral Otonomo Daerah Kementerian Dalam Negeri), Prof. Firmanzah, PhD (Rektor Universitas Paramadina), Ir. Andi Ilm=ham Said, MSOM, PhD (Ketua Pembina Indonesia Institute For Corporate Directoorship), dan Dr. Gun Gun Heryanto, Msi (direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta). Dalam presentasinya, para Kepala Daerah tersebut memaparkan Visi Misi, Implementasi beserta Laporan Kinerja yang selama ini dilakukan untuk membangun daerah yang dipimpinnya.

Aldy Anugrah Marwan, Research and Business Development Koran Sindo Jakarta megatakan, diaharapkan para Kepala Daerah setelah mengikuti Program Indonesia Visionary Leader, akan semakin terpacu untuk meningkatkan produktivitas dan kinerjanya. Peningkatan tersebutkemudian diharapkan bisa berimplikasi untuk memupuk keyakinan kepada masyarakat bahwa pemimpin mereka memang memiliki kompetensi yang mumpuni dalam membangun daerahnya masing-masing. Program ini bertujuan, berperan serta sebagai Fasilitator Uji Kompetensi Para Pemimpin Daerah. Mengukur dan menguji kekuatan visi para pemimpin daerah sekaligus menggali upaya para pemimpin darah dalam merumususkan, mengkomunikasikan, mengimplementasikan sekaligus membudayakan visi tersebut di wilayah kepemimpinannya.
Lebih jauh Aldy menjelaskan, program ini punya konsep, Kepala Daerah diminta untuk memaparkan visi misi dan program, perwujudan visi misi berserta laporan, implikasinya dihadapan dewan juri. Juri menentukan skorsibng sesuai indicator yang telah ditetapkan dan penetapan hasil. Kemudian pendalaman materi presentasi melalui Tanya jawab dengan dewan juri. Para Kepala Daerah yang mengikuti Uji Kompetensi akan mendapatkan Surat Keterangan telah mengikuti Program Uji Kompetensi.

Adapun sejumlah kriteria dalam penetapan/penilaian kepada seorang Kepala Daerah yang memiliki Kepemimpinan yang visioner yakni,

(1) Kekuatan karakter nasionalisme dalam menciptakan visi yang berkenaan dengan pemahaman tentang masa depan yang lebih maju.

(2) Kemampuan mengkomunikasikan Visi dan Misi.

(3) Kemampuan untuk mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari anggota kelompok untuk merealisasikan visi yang diharapkan.

(4) Kemampuan mewujudkan visi dan misi ke dalam berbagai program dan

(5) Kemampuan membudayakan visi dalam struktur kelembagaan.

Sedangkan penilaian aspek Operasional meliputi :

Perspektif Finansial (Financial), kemampuan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, ekonomis, efisien, transparan, bertanggungjawab dan adil.

Perspektif Pelanggan (Masyarakat), Pemenuhan pelayanan dalam hal efisiensi program yang dihasilkan, kualitas dan efektivitas program, serta rasio antara usaha pelayanan yang telah dilakukan pemerintah dengan hasil pelayanan yang dinikmati masyarakat.

Perspektif pembelajaran dan perkembangan (Learning and growth), adanya peningkatan pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Kriteria penilaian lainnya, adalah, kemampuan Kepala Daerah menciptakan Inovasi sebagai strategi dalam mencapai tujuan Otonomi Daerah, serta kekuatan karakter nasionalisme dalam menciptakan visi yang berkenaan dengan pemahaman tentang masa depan yang lebih maju.

Bupati Lembata, Yentji Sunur, tampil lugas memaparkan Visi, misi, arah kebijakan dan strategi pembangunan di Kabupaten Lembata. Dengan bekal pengalaman memimpin Kabupaten Lembata dua periode, panelis Gun Gun Haryanto misalnya, mengakui kuatnya Visi dan misi yang dirancang sehingga mampu menjangkau masa depan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

Terkait, kemampuan komunikasi dan dukungan pemberdayaan masyarakat, Gun Gun menanyakan, strategi apa yang dilakukan Kepala Daerah untuk mewujudkannya. Menurut Sunur, masyarakat Lembata sagat familiar sehingga ketika saya menyatu dengan masyarakat, terbangunlah komunikasi yang baik karena sering turun ke desa, juateru membangkitkan partisipasi masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, maka program pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemda Lembata dapat tercapai dengan baik. Dengan suksesnya program pembangunan maka dukungan masyarakat/kelompok terhadap pemimpinnya semakin kuat.

Terobosan dan inovasi dibidang kesehatan misalnya, demikian Sunur, Lembata menggerakan semua tenaga medis di Puskesmas dengan mengunjungi masyarakat dari rumah ke rumah dengan slogan “God Pagi”. Ternyata, hasil luar biasa, masyarakat diperiksa kesehatannya dan diberikan pelayanan obat, justru menekan angka rujukan ke RSUD di Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata. Menjawab pertanyan panelis, tentang strategi pembangunan pendidikan, Sunur menjawab, sector pendidikan mengacu pada regulasi yang menetapkan alokasi anggaran sebanyak 20 % justru sudah ditetapkan selama ini. Perhatian Pemda Lembata menyiapkan kualitas Sumber Daya Manusia yang memadai melalui jenjang pendidikan formal, non fomal dan pelatihan-bimbingan teknis agar setara dengan SDM secara nasional.

Sedangkan inovasi lainnya, dibidang pariwisata, perikanan, dan pertanian menggambarkan bahwa pendapatan masyarakat/Pendapatan Asli Daerah semakin meningkat. Artinya, kekuatan visi dan misi Kepala Daerah mengoperasinalisasikan pengelolaan keuangan daerah secara efektif, efisien dan transparan terwujut melalui langkah inovatif mengembangkan program kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah sebagai pengegrak pembangunan.

Pertanyaan para panelis baiik, Dr. Sumarsono, Prof. Firmanza, Dr.Gun Gun, dan Andi Ilham Said seputar visi, misi, strategi dan prioritas pembangunan, mampu dijawab secara lugas dan elegan oleh Bupati sunur yang dinilai sangat menguasai materi oleh karena pengalaman empiris memimpin Kabupaten Lembata selama dua periode. Terobosan Sunur yang inovafitif, kreatif khusnya Pembangunan di Sektor Pariwisata, akhirnya, menuai berkat dan penghargaan sebagai Bupati Inovatif di Bidang Pariwisata atau Best In Tourism Inovation yang direncanakan akan di terima di Jakarta dalam waktu dekat.

Menjadi suatu kebanggaan, Bupati Sunur, masuk dalam jajaran Kepala Daerah di Indonesia yang Inovatif dan Transformatif dalam memimpin daerahnya masing-masing sesuai kekuatan visi, misi dan strategi kebijakan pembangunan yang dilakukan. Karena itu, pantas, jika Bupati Sunur gemilang dan tampil memukau dalam Forum Program, ‘Indonesia Visionary Leader”, yang diselenggarakan Koran Sindo-( MNC Group)-Jakarta. Wajar jika Sunur masuk jajaran Pemimpin Bangsa Visioner bersama sejumlah Kepala Daerah lainnya di Indonesia.*** (Karolus Kia Burin/Dinas Kominfo Lembata/Advetorial).***

 

PARIWISATA, PENDORONG UTAMA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN LEMBATA

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, ST. MT, tampil gemilang dan memukau para panelis yang merupakan pakar berkompeten dibidangnya di Redaksi Koran Sindo, Jln. Wahid Hasyim Nomor 38 Jakarta, Rabu,(31/10) lalu. Koran Sindo, harian nasional di Jakarta yang tergabung dalam MNC Group mengundang bupati dua periode ini menyajikan meteri tentang, Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Daerah Kabupaten Lembata 2017-2022”.

Sejak awal kepemimpinan periode pertama 2011-2016 bersama, Wabup Viktor Mado Watun dan hingga kini periode kedua 2017-2022 bersama Wabup Thomas Ola, keduanya menempatkan Sektor Pariwisata sebagai Leading Sectors . Sangat tepat bila, Pariwisata menjadi Pendorong Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten dan memicu kemajuan sektor lainnya karena saling menunjang. Diantaranya sektor Perikatan dan Pertanian. Ikuti paparan Bupati Sunur berikut ini.***

Kabupaten Lembata, demikian Bupati Sunur mengawali presentasi, merupakan Kabupaten Satu Pulau. Salah satu kabupaten dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT yang dibentuk berdasarkan UU No. 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata. Dalam rencana pengembangannya, memiliki rencana yang didesain dalam Rencana Strategi berdasarkan RPJMD. Nah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah merupakan penjabaran Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk menindaklanjuti kedalam program sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Jumlah penduduk Kabupaten Lembata sampai dengan Desember 2017 sebanyak 134.573 jiwa. Kondisi kesejahteran masyarakat dan ekonomi menunjukan, laju pertumbuhan PDRB 2016 atas HB Rp 1.470987,4,- dan atas HK Rp 1.006.120,9.0 % penduduk miskin 2016 35,18 %. Angka kemiskinan 2016 adalah 26,26 %. Garis kemiskinan Rp 309.992/Kapita/bulan.

Gambaran Potensi Daerah, dapat digambarkan mulai dari Pariwisata sebagai sector utama,dan dua sector lainnya, Perikanan dan Pertanian sebagai sector penunjang. Kabupaten Lembata memiliki Rp 35.000/Kg mwberkelanjutan yaitu Rally Wisata Bahari dengan hastag Lembata #Truly Heaven melalui Lembata Festival dengan main even Festival 3 (Tiga) Gunung (Blue Mountain Tours) serta Travel Village #Explore Rural Lembata (yang fokus pada penguatan Struktur Budaya dan Pengembangan Atraksi), dengan berbagai aktivitas dalam spirit 1 product-10 Activity-1000 Reward. Upaya ini dilakukan untuk mengangkat citra wisata Kabupaten Lembata yang beragam, unik dan menarik.

Potensi Perikanan dapat digambarkan, produksi perikanan 10.206 ton atau baru mencapai 33,57 % dari maksimum sustainable year (MSY) sebesar 30.440 ton/tahun. Khusus Ikan Teri produksi 233 Ton di Tahun 2017. Jumlah RT nelayan 2.069 RT. Armada tangkap : 1,779 unit (Motor Tempel dan Kapal 1 s/d 20 GT). Sedangkan Potensi Pertanian, Luas lahan potensial 58.000 Ha, telah difungsikan 23.000 Ha. Komoditi unggulan : Jagung, Kacang Tanah, Bawang Merah, Nenas, Cabe, Advokat. Untuk Inovasi t-Cabang. Khusus Bawang Merah luas panen di Tahun 2018 seluas 27 Ha, Produksi 164 Ton (6 Ton/Ha), harga jual mengalami penurunan dari Rp 35.000/Kg menjadi Rp 10.000/Kg.

Mencermati tiga potensi daerah dari Lembata, dituangkan dalam Visi dan Misi dengan merujuk pula pada Isu Nasional, Nawa Cita. Karena Lembata, merupakan bagian yang utuh dari NKRI, maka Kebijakan dan strategi pembangunan juga hendaknya merujuk pada isu nasional. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati, Thomas Ola merancang Visi : “Terwujudnya Lembata Yang Produktif dan Berdaya Saingf Untuk Kesejahteraan Rakyat Berkelanjutan”.

Sementara itu ada 6 Misi yang harus dioperasionalkan yakni :

(1) Meningkatkan Kualitas pendidikan, dan pendekatan pelayanan kesehatan. Serta optimalisasi peran pemuda dan perempuan dalam pembangunan daerah dan peningkatan sadar hokum masyarakat.
(2) Mempercepat pembangunan infrastruktur, transportassi, air bersih, energy komunikasi dan penataan kota.
(3) Mempercepat pembagunan dan pengembangan sumber daya ekonomi laut dan maritime serta ekonomi kreatif berbasis industry dan pariwisata berkelanjutan.
(4) Mempercepat pembangunan dan pengembangan pariwisata berkelanjuta serta meningkatkan pasar dan promosi DTW.
(5) Meningkatkan pendapatan dan kerja sama daerah serta pengembangan ekonomi wilayah dan pembangunan perdesaan berbasis industry berkelanjutan.
(6) Menata dan mengembangakan SDM Aparatur Sipil Negara berbassis teknologi informasi serta meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan kualitas pelayan publik.

Bertolak dari 6 misi tersebut, melahirkan strategi (kebijakan), dan program pembangunan yang mesti dilakukan, namun tetap dalam bingkai prioritas pembangunan. Kabupaten Lembata dikaruniai Landscape alam yang unik dan menarik serta memiliki keanekaragaman budaya Hal ini merupakan modal untuk pengembangan Sektor Pariwisata sebagai sektor utama untuk mendongkrak perekonomian dengan sektor pendukung utama Sektor Perikanan dan Sektor Pertanian.

Sektor Utama Pariwisata ; Relly Wisata Bahari , Lembata #Truly Heaven : Lembata Festival dengan puncak even adalah Festival 3 Gunung (Blue Mountains Tours) sebagai event Tahunan. F3G Tahun 2018 dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sebesar Rp 13.000.000,-/Hari.

Menurut Bupati Sunur, yang tampil mengagumkan para pakar/panelis di Redaksi Koran Sindo Jakarta baru-baru ini, sektor pariwisata mejadi lokomotif pembangunan Kabupaten Lembata. Hasil pendapatan dari sector pariwisata mempengaruhi kemajuan sector lainnya. “Pariwisata meningkat dan infrastruktur pun ikut berkembang. Hal itu juga menyejahterakan masyarakat. Misalnya, kemarin dengan adanya Festival Tiga Gunung, Lembata bisa menghasilkan Rp 13.000.000,-/Hari, dan itu sangat lumayan untuk pendapatan masyarakat,” ungkap Sunur, mantan Anggota DPRD Bekasi periode 2009-2011.

Festival Tiga Gunung itu meliputi, Gunung Batutara (Kecamatan Buyasuri), Ile Lewotolok (Kecamatan Ile Ape Timur), dan Ile Werung (Kecamatan Atadei). Dengan event besar ini, menurut Sunur, mampu melibatkan peran kementerian terkait dalam mengucurkan angggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lembata, khususnya ke daerah tujuan wisata. Pembangunan pariwisata jelas melibatkan semua komponen pembangunan dan partisipasi masyarakat. Pemerintah selaku fasilitator dan pendamping, sedangkan masyarakat berperan penuh. “Pariwisata ini juga didukung filosofi masyarakat Lembata yang sangat menghargai tamu. Semua tamu datang dipanggil untuk minum kopi dan makan pisang goring bareng untuk sekedar ngobrol. Jadi masyarakat sudah bisa dibilang sangat Welcome dengan pendatang’, tutur Sunur saat presentasi dihadapan para pakar.

Bupati Sunur yang dikenal kreatif dan inovatif, juga memfokuskan pada penanaman bawang dengan melibatkan masyarakat setempat, bahkan setiap desa wajib tanam bawang. Ada pun argumentasinya, bahwa selama ini Lembata memasok bawang dari daerah lainnya seperti Bima, NTB dan Kabupaten Ende dengan harga sangat mahal. Namun dengan adanya terobosan inovatif ini, produksi bawang meningkat tajam dan bahkan membuat harga lebih terjangkau oleh masyarakat. Produksi bawang misalnya, kata Sunur, digunakan untuk menunjang kebutuhan pada event pariwisata, diantaranya sebagai bahan dasar makanan ditempat wisata dan juga sebagai cinderamata bagi wisatawan. Termasuk Ikan Teri dari hasil laut kita, yang lebih bagus dari daerah lain. Karena laut di Lembata tidak terkontaminasi oleh limbah industry dan tidak dilewati lintas kapal laut berukuran Groos Tone besar.

Dihadapan panelis, Bupati Sunur juga menggambarkan perkembangan Sektor Pendukung Utama, yakni Pertanian. Langkah terobosan pada Sektor Pertanian dilakukan melalui Gerakan Revolusi Kedaulatan Pangan Melati Mekar #T-CABANG (Tani-Cabe,Bawang, Jagung) Lembata justeru Swasembada Bawang Merah di Tahun 2018 dengan Produksi mencapai 164 Ha dan penurunan harga jual mencapai Rp 10.000,-/Kg dimana selama ini harga melambung mencapai Rp 25.000,-/Kg.

Sedangkan Sektor Pendukung Utama Perikanan juga melakukan terobosan Integrasi Distribusi Pertumbuhan Pola Kawasan melalui Clustering-Tematik Desa menuju Desa Mandiri # Desa Tersenyum 2.0. Menurut Bupati Sunur, Desa Hadakewa ditetapkan sebagai Desa Tematik Ikan Teri dan Desa Balauring sebagai Desa Tematik Ikan Tuna.
Sedangkan Strategi Pembangunan yang dilakukan Pemda Kabupaten Lembata oleh duat kepemimpinan, Yentji Sunur dan Thomas Ola dengan menerapkan strategi pembangunan dan skenario Pembangunan dalam Rantai Ekonomi dan Cincin Ekonomi yang dapat dibaca pada grafik berikut ini.

STRATEGI PEMBANGUNAN
Isu :
1. KUALITAS PENDIDIKAN, PELAYANAN KESEHATAN, PERAN PEMUDA DAN PEREMPUAN SERTA SADAR HUKUM BELUM MAKSIMAL
2. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR, TRANSPORTASI, AIR BERSIH, ENERGI, KOMUNIKASI DAN PENATAAN KOTA ( PSU ) MASIH BELUM OPTIMAL
3. PEMANFAATAN POTENSI EKONOMI SUMBER DAYA LAUT DAN KEMARITIMAN SERTA EKONOMI KREATIF MASIH RENDAH
4. PENGEMBANGAN PARIWISATA BARU DIMULAI
5. PENDAPATAN DAERAH BELUM MAKSIMAL DAN PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BELUM BERORIENTASI INDUSTRI
6. PENATAAN SDM ASN DAN PENDAYAGUNAAN ELUM EFEKTIF, EFISIEN DAN PRODUKTIF
STRATEGI :
1. MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN, DAN PENDEKATAN PELAYANAN KESEHATAN, SERTA OPTIMALISASI PERAN PEMUDA DAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN DAERAH SERTA PENINGKATAN SADAR HUKUM MASYARAKAT
2. OPTIMALISASI DAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR, TRANSPORTASI, AIR BERSIH, ENERGI, KOMUNIKASI DAN PENATAAN KOTA ( PSU )
3. MENGEMBANGAN SUMBER DAYA EKONOMI LAUT DAN MARITIM SERTA EKONOMI KREATIF BERBASIS INDUSTRI DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN
4. MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN SERTA MENINGKATKAN PASAR DAN PROMOSI DTW
5. MENINGKATKAN PENDAPATAN DAN KERJA SAMA DAERAH SERTA PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN BERBASIS INDUSTRI BERKELANJUTAN
6. PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SDM ASN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI SERTA PENINGKATAN KINERJA PEMDA DAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

TUJUAN :
 KABUPATEN LEMBATA MENJADI KABUPATEN PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING
 SEKTOR PERTANIAN, KELAUTAN PERIKANAN DAN MARITIM, SERTA PARIWISATA MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERBESAR PADA PENINGKATAN PAD, PENDAPATAN MASYARAKAT DAN PERTUMBUHAN EKONOMI.
***(Karolus Kia Burin/Dinas Kominfo Lembata/Advetorial).***

SASARAN :
MEMPERBAIKI KONDISI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

RANTAI EKONOMI #LEMBATA 2.0
3 SEKTOR PENGEMBANGAN :
 PERTANIAN
 KELAUTAN DAN PERIKANAN
 PARIWISATA

1. CINCIN KEUANGAN MIKRO :
 pengembangan kemitraan usaha dan kredit mikro
 penguatan infrastruktur keuangan
 pengembangan kelembagaan dan penguatan kapasitas usaha

2. CINCIN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BASIS
 penguatan infrastruktur dan pengembangan kemitraan usaha
 permodalan dan sumber pendanaan
 pengembangan kelembagaan dan penguatan kapasitas SDM

3. CINCIN INDUSTRIDAN EKONOMI KREATIF
 pengembangan industri dan usaha kreatif
 pengembangan UKM dan wira usaha
 pembangunan infrastruktur industri dan investasi
 peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM

4. CINCIN PARIWISATA RALLY WISATA BAHARI-LEMBATA 3 TRULY HEAVEN (FESTIVAL 3 GUNUNG (BLUE MOUNTAINS TOURS)
PENINGKATAN PASAR DAN PROMOSI PENGEMBANGAN DESTINASI INDUSTRIALISASI DAN INVESTASI
 peningkaatan pasar dan promosi
 pengembangan destinasi
 industrialisasi pariwisata dan investasi
 pembangunan infrastruktur dan akses transportasi,komunikasi
 pengembangan kelembagaan dan budaya

5. CINCIN KELAUTAN,PERIKANAN DAN KEMARITIMAN
INDUSTRIALISASI DAN PENGELOLAAN EKONOMI LAUT, PERIKANAN DAN KEMARITIMAN SERTA PENGEMBANGAN SEKTOR USAHA KELAUTAN,PERIKANAN DAN KEMARITIMAN BERBASIS INDUSTRI DAN PARIWISATA
 pengembangan dan pembangunan industri perikanan dan pengelolaan SDL dan kemaritiman
 peningkatan produksi dan budidaya perikanan, SDL dan kemaritiman
 pengelolaan dan pengendalian SDL, daerah pesisir dan pulau-pulau kecil
 pembangunan infrastruktur perikanan, SDL dan kemaritiman
 optimalisasi pendapatan

6. CINCIN PERTANIAN
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI
 pengembangan komoditas unggulan berbasis industri
 industrialisasi pertanian dan peningkatan daya saing
 pengembangan dan peningkatan infrastruktur pertanian dan transportasi
 expansi lahan pertanian
 investasi dan pasar lembaga keuangan
 peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM